Media Sosial, Hilangkan Minat Tayangan Televisi?

Oleh : Lea Devina Meciho

(Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten).

Seperti yang banyak kita ketahui pada era modernisasi ini, dimana teknologi semakin berkembang dengan canggih dan sangat pesat, serta dapat memberikan banyak sekali pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Baik dalam proses ilmu pengetahuan (Knowledge), pencarian informasi terkini maupun kemajuan dalam dunia hiburan dan komedi. Acara komedi atau hiburan pada awalnya hanya sering kita temui pada radio. Kemudian seiring dengan berkembangnya zaman, akhirnya menciptakan televisi sebagai salah satu teknologi dengan banyak cakupan tayangan yang dapat mengisi waktu manusia maupun mengisi sumber pengetahuan bagi para penontonnya.

Selain itu, keberadaan televisi juga sebagai media hiburan bagi para penontonnya. Hiburan melalui televisi dapat kita temui dalam siaran-siaran seperti, TRANS 7, ANTV, TRANS TV, SCTV dan siaran dari stasiun TV lainnya yang menyediakan tayangan hiburan. Baik itu berada di dalam ranah komedi, maupun sekedar siaran lain yang sifatnya hanya untuk mengisi waktu luang bagi para penonton. Tayangan hiburan yang disediakan oleh televisi terlihat seperti tayangan yang terlalu umum. Beberapa contoh tayangan seperti kuliner, kehidupan selebritas dan tayangan vacation yang disediakan oleh beberapa stasiun TV saja, terkesan sedikit membosankan. Apabila dibandingkan dengan konten yang berada dalam platform media sosial. Jika dibandingkan, maka usaha yang harus dikeluarkan untuk membuka televisi lebih membosankan ketimbang membuka dan mengakses konten yang berada dalam gawai yang biasa kita bawa kemana-mana. Karena hal itu  memiliki nilai praktis tersendiri.

Peralihan tayangan hiburan mengalami banyak perubahan dari masa ke masa dengan dukungan teknologi dan inovasi baru. Akhirnya dapat melahirkan tayangan yang lebih menarik untuk menghibur penonton dengan ciri khas yang unik, bervariasi dan tidak membosankan. Namun, seiring berkembangnya zaman dan teknologi. Kehadiran gadget akhirnya mampu menyaingi keberadaan televisi sebagai penyedia tayangan hiburan bagi masyarakat. Kehadiran gawai dengan berbagai aplikasi yang disediakan dan dapat di akses oleh berbagai kalangan umur, ternyata mampu mengimbangi. Bahkan memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan televisi.

Belum lagi dengan peralihan televisi analog menuju perkembangan TV digital, yang baru-baru ini terjadi. Akhirnya, terpaksa mengharuskan setiap rumah tangga yang memiliki televisi analog, untuk berpindah dan mengeluarkan biaya agar saluran TV rumah tidak terputus. Hal ini tentu menimbulkan pertimbangan bagi sebagian masyarakat pengguna TV analog, untuk tetap menggunakan televisi rumah. Kemudahan dan fasilitas baru dari TV digital yang memberikan tayangan jernih dan saluran TV luas, ternyata tetap mendapatkan pro dan kontra dari masyarakat yang mengeluh tentang pemutusan tayangan televisinya.

Sebagian masyarakat masih belum memahami tentang peralihan teknologi ini. Tak pelak lagi, sehingga mendapatkan kesusahan saat mengalami pemutusan tayang. Belum lagi, bagi sebagian warga kurang mampu yang mengeluhkan biaya karena tidak dapat membeli set top box yang diperlukan sebagai penghubung saluran. Selain itu, guna mengakses siaran pada tayangan TV digital. Proses perubahan teknologi pada televisi yang cukup rumit ini, tentu saja sangat berbanding terbalik dengan keberadaan ponsel yang sangat efisien untuk didapatkan pada saat ini. Pasalnya, selain lebih praktis, harga pasaran ponsel pada tahun ini juga sudah cukup terjangkau apabila didapati oleh sebagian masyarakat. Belum lagi dengan kehadiran fasilitas penyedia cicilan angsuran, pada saat ingin membeli ponsel. Tentu dapat menjadi pertanyaan, masyarakat modern manakah yang pada saat ini masih tidak memiliki telephone genggam?

Dalam smartphone, terdapat berbagai macam aplikasi yang tersedia. Contohnya, youtube, instagram dan tiktok. Dalam ketiga aplikasi tersebut, banyak sekali masyarakat yang menjadi pengguna dari smartphone akhirnya memilih untuk beralih. Dalam menggunakan televisi menuju smartphone. Konten yang tersedia dalam  media sosial dinilai lebih banyak memiliki ragam jenis tayangan yang dapat disajikan jika dibandingkan dengan televisi.

Contoh utama yang terdapat di dalam media sosial adalah tayangan yang di kategorikan sebagai hiburan/lelucon, konten masak-masak bagi ibu rumah tangga atau sebagai referensi memasak bagi siapa pun yang sedang membutuhkan. Konten dengan kategori pengetahuan, konten dengan kategori keseharian (daily vlog’s), konten masak dengan tayangan yang dikemas lebih menarik melalui sentuhan gaya editing yang unik maupun konten komedi yang sifatnya menghibur, dan berbagai jenis konten lainnya yang telah tersedia dalam media sosial seperti tiktok, instagram dan youtube, yang befungsi sebagai sarana media hiburan online.

Kategori konten hiburan yang berisi rekaman video keseharian ini tak jarang mengundang ketertarikan dari warga net untuk terus menyaksikannya. Pasalnya, daily vlogs memiliki kesan tersendiri bagi masyarakat yang menerimanya. Proses penerimaannya beragam, bisa menjadi sekedar hiburan, bisa juga memberikan pengaruh terhadap penonton. Contoh pengaruh yang dapat diberikan adalah untuk mengikuti gaya atau kebiasaan hidup yang biasa ditonton dalam tayangan konten. Trend daily vlogs sebagai konten hiburan di ranah youtube, tiktok, maupun instagram kini sudah menjamur. Kemudahan dalam menjangkau dan mengakses konten yang dapat dibuat dengan berbagai jenis kalangan usia, membuat video keseharian tentu dapat disaksikan di berbagai platform penyedia dengan ratusan, ribuan, bahkan jutaan views tergantung pada minat orang dalam menyaksikan.

Keberadaan dan keberagaman konten yang tersedia, akhirnya membuat beberapa masyarakat khususnya pada kaum muda jadi kurang menaruh minat untuk menonton televisi. Sebab, berbagai tayangan yang ingin dilihat terasa lebih menarik dan mudah didapatkan dalam aplikasi medis sosial. Selain itu, media sosial juga memiliki akses yang sangat mudah untuk di jangkau dimana pun dan kapan pun tanpa batasan dan ruang. Dengan keberadaan barang elektronik yang sering kita bawa seperti, handphone, iPad, maupun laptop, maka lebih memudahkan kita untuk mengakses media sosial.

Namun, dengan berbagai kemudahan, inovasi dan beragam konten yang tersedia dalam media sosial. Selain itu, dengan berbagai kemudahan yang telah kita peroleh. Ternyata tidak dapat menghilangkan eksistensi dari keberadaan televisi dan siaran hiburan lainnya yang sudah ada sejak zaman dahulu. Sebagian masyarakat seperti bapak-bapak yang aktif melakukan ronda malam, ternyata masih sering kali ditemukan menggunakan televisi jenis tabung, atau televisi biasa untuk melakukan nobar (nonton bareng) dengan para rekannya yang sedang melaksanakan giliran dalam kegiatan ronda malam.

Hal ini dapat memberikan pembuktian tentang keberadaan teori modernisasi klasik, dalam perspektif evolusi, yang terdapat diantara pesatnya perkembangan teknologi yang mendukung jagat hiburan di Indonesia. Baik yang sudah ada dan dapat disaksikan sejak lama melalui televisi nasional, saluran TV internasional, atau media sosial sebagai pendukung tayangan hiburan berbasis online untuk masa kini. Namun, dapat disaksikan pula bahwa keberadaan dari teknologi modern yang hadir, ternyata tidak dapat menghilangkan esensi dari teknologi atau kebiasaan lama dalam penggunaan televisi, yang berfungsi sebagai media hiburan bagi masyarakat Indonesia dan sudah berada jauh sejak lama.

Teori evolusi perubahan dalam kasus ini terjadi beriringan, memiliki progres dari masa ke masa, dari masyarakat yang bersifat tradisional menuju masyarakat yang lebih maju dan modern. Tahapan proses kemajuan juga terjadi dari bentuk televisi tabung berwarna hitam putih, hingga memiliki televisi berwarna, hingga kemunculan smart tv dengan kelebihan yang lebih banyak lagi. Selanjutnya keberadaan jejaring media sosial dalam smartphone yang kita miliki. Semua tahapan dan perubahan ini mendukung perspektif evolusi dari teori modernisasi klasik.

Perubahan yang terjadi ini dalam proses modernisasi sungguh dibutuhkan dalam dunia hiburan tanah air. Proses perubahan ini tentu dapat memiliki banyak manfaat bagi para penikmat tayangan maupun dapat juga menjadi lahan pekerjaan bagi para content creator (pembuat konten). Pasalnya, pada saat ini banyak sekali creator-creator yang terdiri dari berbagai jenis kalangan usia, yang bekerja sebagai freelancer dan mengambil waktu luang untuk menjadi seorang content creator. Selain dapat menghasilkan pundi-pundi uang, pembuatan konten juga bisa menjadi salah satu sarana untuk menyalurkan bakat seseorang dalam bidang editing, creating, maupun berbagai jenis hobby lainnya yang dapat disalurkan melalui adanya konten dalam media sosial. Setelah melalui beberapa pertimbangan, keberadaan televisi ataupun smartphone sebagai sarana penghubung bagi tayangan hiburan, masih dinilai efektif dan efisien.

Pertimbangan ini kembali lagi terhadap pandangan dan minat dari para penonton dalam menikmati sumber tayangan. Sarana media manakah yang lebih menarik dan penuh inovasi untuk disaksikan dan dinikmati tayangannya. Karena semua jenis sarana media pada masa ini, sudah sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, modern, berinovasi dan penuh dengan warna baru teknologi. * *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *