Isra Mi’raj, Napak Tilas Rasulullah Menuju Sidratul Muntaha

0

Oleh : HAIRUZAMAN.

(Komisioner Infokom MUI Provinsi Banten).

Isra Miraj merupakan satu di antara beberapa hari besar agama Islam yang selalu diperingati setiap tahunnya. Termasuk untuk peringatan tahun 2023 ini, sebagian besar muslim mungkin bertanya-tanya kapan peringatan Isra Miraj pada tahun 2023.

Menurut jumhur ulama, Isra Miraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab menurut sistem penanggalan kalender Hijriah. Untuk itu, perlu adanya pengonversian sistem penanggalan dari kalender Hijriah ke kalender Masehi.

“Isra Miraj terjadi pada tahun 621 Masehi, atau tahun 10/11 dari kenabian (Bi’tsah). Jumhur ulama menyebutkan tanggalnya adalah malam Jum’at tanggal 27 Rajab,” tulis Muhammad Sholikhin dalam buku di Balik 7 Hari Besar Islam.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) RI, melalui kalender digital terbitannya yang bertajuk Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2023 M. Berdasarkan kalender ini, Isra Miraj 2023 jatuh pada tanggal 18 Februari 2023.

Di samping itu, jadwal Isra Miraj tahun 2023, dapat diketahui melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 3 Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2023. Sebab, pemerintah menetapkan peringatan Isra Miraj sebagai hari libur nasional.

SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), dan Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

Kisah Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj adalah peristiwa perjalanan malam dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama dengan Malaikat Jibril. Peristiwa ini termasuk sebagai salah satu mukjizat Rasulullah SAW yang dikaruniakan kepadanya lantaran menjadi sebuah kemustahilan dilakukan oleh manusia saat ini.

“Isra Miraj bukan penerbangan biasa, antar negara, atau luar angkasa. Perjalanan Isra Miraj keluar dari dimensi ruang dan waktu yang biasa terjadi pada manusia,” kata Pakar Astronomis dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Prof. Thomas Djamaluddin dikutip dari laman blog pribadinya.

Isra adalah perjalanan menembus ruang hingga Rasulullah dapat menempuh jarak Masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Aqsa di Palestina dalam waktu singkat. Sementara, Miraj adalah perjalanan menuju Sidratul Muntaha.

Salah satu kejadian penting yang terjadi selama Rasulullah SAW melakukan Isra Miraj adalah turunnya syariat sholat lima waktu. Hal ini tertuang dalam Kitab Kitab Fadhail ash-Shahabah dalam hadits berikut,

هِيَ خَمْسٌ، وَهِيَ خَمْسُونَ، لاَ يُبَدَّلُ القَوْلُ لَدَيَّ”. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: رَاجِعْ رَبَّكَ. فَقُلْتُ: اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي

Artinya: “Lima waktu itu setara dengan lima puluh waktu. Tak akan lagi berubah keputusan-Ku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku kembali bertemu dengan Musa. Ia menyarankan, ‘Kembalilah menemui Rabbmu’. Kujawab, ‘Aku malu pada Rabbku’.” (HR Bukhari).

Berdasarkan hadits di atas juga diketahui bahwa mulanya perintah sholat wajib berjumlah 50 rakaat. Namun, Rasulullah SAW beberapa kali menghadap Allah SWT untuk meminta keringanan setelah mendengar saran dari Nabi Musa AS yang ditemui beliau selama perjalanan Isra Miraj.

Untuk itulah, peringatan Isra Miraj tahun 2023 juga termasuk peringatan penting bagi muslim. Sebab hal itu bertepatan dengan turunnya perintah sholat kepada Nabi Muhammad SAW. *”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *