Oleh : H. Akhmad Jajuli.
(Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUi Provinsi Banten)
Ketika masih anak-anak, saya sempat mengemyam pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar (MA). Paginya, sekolah di SDN Cilangkahan, Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Sementara malam harinya, ngaji di Pondok Pesantren “Nurul Iman” — hingga tamat SMP. Kemudian meneruskan ke SLTA di Rangkasbitung dan kuliah di kota kembang Bandung, Jawa Barat.
Sejak tahun 70-an, telah ada orang-orang Malingping yang sekolah di Perguruan Mathlaul Anwar Li-Nahdlatul Ulama (MALNU),. Belakangan baru saya tahu bahwa MALNU itu lama dipimpin oleh Abah KH. Tb. Ma’ani Rusydi. Namun, pimpinannya periode kini adalah putera keduanya yakni, KH. Tb. Hamdi Ma’ani Rusydi, yang juga menjabat Ketua Umum MUI Provinsi Banten (2021/2026).
Hampir 20 tahun silam saya juga sempat bertandang ke Kananga, kampung halamannya Abah Kyai Hamdi. Sebuah kampung yang terkenal sebagai Kampung Santri dan juga para gadisnya yang tentu saja cantik-cantik dan berkulit kuning langsat (terungkap dalam babasan Sunda “Singsat Kananga” — kemulusan kulitnya terlihat saat betisnya sedikit terlihat).
Kebesaran nama KH. Tb. Ma’ani Rusydi (Abah Kyai Ma’ani), semakin saya kenali saat menjadi Timses Paslon A. Dimyati Natamusumah dan Erwan Kurtubi.pada Pilkada Pandeglang tahun 2005 silam. Sedangkan Abah KH. Hamdi sendiri mencuat namanya setelah menjadi Ketua Umum PB MALNU dan Ketua Umum MUI Kabupaten Pandeglang. Sejatinya, saya baru mengenal dekat figur Abah KH. Tb. Hamdi, saat sama-sama menjadi Pengurus MUI Provinsi Banten (2021 – 2026). Beliau sebagai Ketua Umum dan saya sebagai Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional.
Setahun lalu (2023), saat ada acara Reuni Alumni SPGN Rangkasbitung Angkatan 1983, bertempat di Area Wisata MBS Curug, Kota Serang,,Curug, Kota Serang, saya diberitahu oleh sahabat saya yang asal Menes, Pandeglang, bahwa ternyata Abah KHm Tb. Hamdi itu sekolahnya seangkatan dengan saya : Beliau lahir 14 September 1964, lalu sekolah di SMPN 1 Menes, Sedangkan saya lahir 8 Mei 1964, dan sekolah di SMP “Swadaya” Malingping, Lebak. Dari sisi usia saya dengan Abah KH. Tb. Hamdi itu tergolong masih sebaya.
Kendati usianya terbilang sebaya, namun ilmu keagamaan Beliau sangat luhung (mumpuni). Karena itu, Beliau saya anggap sebagai Orang Tua sendiri, sekaligus sebagai Pimpinan di MUI Provinsi Banten.
Keulamaan Beliau dan sikap bijak sebagai “Orang Tua” tercermin dalam postingan terakhir Beliau kepada saya :
[22/5/2024 Jam 02.07 WIB] MUI Btn KH. HAMDI MA’ANI Ketua Umum SimP : “Mangga gugah/Bangun teras ka cai Wudu lanjut قيام الليل /تهجد سنة توبة،سنة حاجة سنة مطلق سنة وتر lanjut dzikir istighfar, Sholawat, tasbih, tahmid dll
سبحان الله الحمدلله ولا اله إلا الله الله اكبر ولا حول ولا قوة الا بالله lanjut baca Qur’an terus Do’a mohon Panjang umur barokah Rizki Sehat Salamet Dunia-Akherat,kemudian Sholat sunah fajar,dilanjutkan Sholat Shubuh. Insya Allah hasil maksud penuh rido Gusti Allah. Aamiin.” Amanat ini alhamdulilah sudah terbiasa dilakukan sejak lama.
Bahkan sepekan sebelumnya (17 Mei 2024), Beliau sempat mengingatkan saya (yang disebutnya sebagai amanat dari rekannya sesama Kyai) bahwa agar saya segera melakukan sosialisasi yang masif selaku Bakal Calon Bupati Lebak 2025 – 2030. Tak hanya sekadar ramai di Media Massa (Media Mainstream, Media On Line dan Media Sosial). Sungguh perhatian yang luar biasa. Amanat juga telah mulai dijalankan — kendati.belum begitu massif.
Itu sebabnya saya menyebut Abah KH. Tbm Hamdi sebagai sebagai figur yang “Sebaya tapi Senior!”
Kehilangan Ulama yang juga Organisatoris
Kronologi informasi tentang wafatnya Abah KHm Tb. Hamdi tercatat dalam Group WA MUI Provinsi Banten sebagai berikut
[7/6/2024 Jam 04.43 WIB] MUI BTN Dede Permana SimP [Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional] : mengirim postingan foto Abah Yai Hamdi yg sedang berada di Pesawat Terbang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Jeddah PLUS tulisan : “Ada kabar duka dari Jedah. Benarkah?! ????
Lalu saya merespons :
[7/6/2024 Jam 04.47] H. AKHMAD JAJULI : Isi kabarnya bagaimana?
Selanjutnya ada informasi dari Pengurus MUI yang juga keponakan Abah KH. Tb. Hamdi :
[7/6/2024 Jam 04.47 WIB] MUI BTN Ervi AS Komisi Fatwa : “Saya selaku keponakannya memohon ma’af bahwa benar adanya abah sudah tidak ada.” (Teh Ervi mengaku menerima informasi yang sahih tentang wafatnya Abah KH. Tb. Hamdi dari Staf Khusus Menag RI yang juga Pengurus PBNU pada Jam 04.00 WIB). Teh Ervi Binti KH. Zidni Ma’ani secara pribadi adalah keponakan dari Abah KH. Tb. Hamdi.
Belakangan diketahui bahwa Abah Yai Hamdi take off dari Bandara Soekarno – Hatta, Kota Tangerang, Banten, pada Kamis, 6 Juni 2024, Pk. 11.30 WIB. Mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, sekitar Pk.20.50 WIB atau Pk. 16.50 Waktu Saudi Arabia.
Selanjutnya juga terkabarkan bahwa menjelang keberangkatannya ke Mekkah, Beliau sempat transit di salah satu hotel di Jeddah — sekamar dengan Kyai asal dari Situbondo. Setelah Beliau menunaikan shalat Isya, Beliau merasakan sakit dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit. Kamis, 06/06/2024, Pukul 22 30 Waktu Saudi Arabia (Pk. 02.30 WIB, Jumat, 07 Juni 2024) Beliau dinyatakan wafat oleh pihak RS.
Selanjutnya lagi, dilakukan berbagai upaya oleh pihak Keluarga, pihak MUI Banten dan pihak Kemenag RI agar Almarhum dimakamkan di Mekkah Al Mukaromah (jangan dimakamkan di Jeddah). Alternatif lain : Jenazah akan diterbangkan ke Indonesia.
Dengan berbagai ikhtiar, akhirnya alhamdulillah Gubernur Mekkah mengizinkan Jenazah Almarhum untuk dimakamkan di Mekkah. Dan pada hari Ahad, 9 Juni 2024, ba’da shalat Shubuh Waktu Saudi Arabia (sekira Pk. 09.00 WIB) Jenazah Almarhum dimakamkan di Pemakaman Tsaroya, Blok 11 No.3440.
Selama sepekan kita telah kehilangan Abah KH. Tb. Hamdi. Saat kehidupan hingga kematiannya Abah KH. Tb. Hamdi sungguh telah berada penuh pada kondisi keshalehan, kemanfaatan untuk orang banyak dan sikap bijaksana serta kemuliaan.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-disa Almarhum dan menerima segala amal baiknya. Aamiin YRA. *