Jakarta | HARIAN EXPOSE.com —
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni tampil anggun saat mengenakan wastra modern dari tenun Baduy dalam Parade Wastra pada penutupan Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (30/9/2026). Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan wastra Banten di panggung nasional.
Mengenakan hijab hijau sage yang dipadukan dengan tenun panjang bernuansa abu-abu dan taupe, Tinawati menghadirkan perpaduan tradisi dan modernitas. Motif floral berwarna lembut yang menghiasi busana berpadu harmonis dengan kain panjang bermotif garis, menciptakan tampilan yang anggun, bersahaja, dan tetap menonjolkan karakter wastra lokal.
Penampilan Tinawati membawa pesan tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah. Tenun Baduy merupakan bagian dari kekayaan budaya Banten yang merepresentasikan tradisi, keterampilan, ketekunan, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Perpaduan wastra dengan desain modern kontemporer memperlihatkan bahwa kain tradisional dapat berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai budaya yang melekat di dalamnya. Kreativitas dalam mengolah wastra menjadi busana modern juga membuka peluang bagi kekayaan kriya daerah untuk semakin dikenal di kancah nasional.
Kehadiran Tinawati dalam parade tersebut juga membawa identitas budaya Banten ke tengah keberagaman wastra Nusantara. Para ketua Dekranasda dari berbagai provinsi di Indonesia turut menampilkan kekayaan kain dan kerajinan daerah masing-masing, menjadikan parade sebagai ruang apresiasi terhadap keragaman budaya Indonesia.
Penutupan Kriyanusa 2026 turut disaksikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional, Tri Tito Karnavian. Kriyanusa merupakan ajang yang mempertemukan pelaku kerajinan, perajin, dan pemangku kepentingan untuk memperkenalkan serta mempromosikan produk kriya Nusantara. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pengembangan kreativitas dan inovasi agar produk kerajinan daerah mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Pengenalan wastra tenun Baduy melalui peragaan busana menjadi salah satu cara untuk memperkuat kebanggaan terhadap warisan budaya lokal. Melalui perpaduan nilai tradisional dan sentuhan modern, kekayaan wastra Banten diharapkan semakin dikenal serta memperoleh ruang lebih luas dalam perkembangan industri kreatif dan fesyen Indonesia. (Hrz/Red).