Kota Serang | HARIAN EXPOSE.com —
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Dr. KH. A. Bazari Syam, M.Pd.I, mengapresiasi langkah tegas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang mencopot Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika Dharma Sena, dari jabatannya.
Apresiasi itu disampaikan KH. Bazari Syam, saat menerima kunjungan silaturahmi Kapolda Banten, Irjen Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H., ke Kantor MUI Provinsi Banten, pada Selasa (3/11/2026).
“Kami mengapresiasi Kapolri yang cepat dan tegas. Ini bukti Polri mendengarkan aspirasi umat dan menjaga marwah pesantren,” kata KH. Bazari Syam.
Menurut KH. Bazari, pencopotan Kapolres Sukoharjo adalah keputusan yang tepat. Ia menilai, penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh anak buah AKBP Andika telah melukai perasaan umat Islam dan mencederai marwah lembaga pendidikan pesantren.
“Pesantren itu tempat mendidik santri, tempat menanamkan akhlak dan Al-Qur’an. Bukan tempat yang bisa digeledah sembarangan tanpa adab dan tanpa prosedur yang benar,” tegasnya.
KH. Bazari berharap, kejadian di Sukoharjo tidak terulang lagi di daerah manapun, termasuk di Banten. Ia meminta seluruh jajaran Polri untuk selalu mengedepankan pendekatan humanis dan menjalin komunikasi dengan ulama serta pengurus pesantren.
“Kami siap menjadi mitra Polri. Kalau ada masalah di pesantren, silahkan komunikasi dengan MUI, dengan Kyai, jangan langsung dengan cara-cara yang menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.
Kapolda Banten Dukung Kapolri
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Banten, Irjen Pol. Hendra Kurniawan menyatakan dukungannya terhadap langkah Kapolri.
“Kapolri akhirnya mencopot Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika Dharma Sena, dari jabatannya terkait kasus penggerebekan di Ponpes Sukoharjo,” ujar Kapolda Banten.
Kapolda Banten juga menyampaikan dukungannya terhadap MUI Banten yang akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI pada 8-10 Desember 2026 di Grand El-Hajj, Kota Tangerang.
Kunjungan silaturahmi Kapolda Banten disambut langsung oleh Ketua Umum MUI Banten, Dr. KH. A. Bazari Syam, didampingi Wakil Ketua Umum KH. Bunyamin Hafidz, Sekretaris Umum Dr. H. Endang Saeful Anwar, Lc., M.A., Dr. H. Abdul Rozak, H. Romdani, dan Prof. Dr. Iin Ratna Sumirat, S.H., M.H.
Mutasi Tertuang Dalam Telegram Kapolri
Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mencopot Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika Dharma Sena. Pencopotan itu buntut dari ulah anak buahnya yang melakukan penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Sukoharjo.
Mutasi AKBP Andika tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2463/XI/2026. Polri melakukan mutasi tiga perwira menengah (Pamen). AKBP Andika dimutasikan sebagai Pamen Stamaops Polri.
Sedangkan jabatan Kapolres Sukoharjo diserahkan kepada AKBP Indra Maulana Saputra, yang sebelumnya menjabat Kapolres Boyolali. (Hrz/Red).
–

