Garap Proyek Tunner Karian, Kementerian PUPR Diduga Serobot Tanah Warga

0

Lebak, Harianexpose.com

Proyek Tunner Karian di Desa Ciuyah, Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, disinyalir bermasalah. Pasalnya, sampai saat ini pihak pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), belum membebaskan lahan milik warga setempat. Padahal, proyek Tunner Karian itu saat ini tengah digarap oleh pihak ketiga.

Hal itu dikatakan oleh Nana Mulyana, anak dari Iip Muftadi, ahli waris M. Hutbi, ketika bertandang ke Kantor Redaksi Harianexpose.com, Jum’at (2/4). Menurut ia, tanah miliknya seluas 28.417 meter persegi dengan sertifikat No.02 yang ada di Blok Ciuyah, Desa Ciuyah, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, sampai saat ini belum mendapatkan uang ganti rugi. Padahal tanah tesebut sudah digusur oleh Kementerian PUPR.

Nana menjelaskan, pihaknya menduga Kepala Desa Ciuyah, H. Patoni, telah melakukan “kongkalikong” dengan oknum tertentu tanpa sepengetahuan pemilik tanah yang syah yakni Iip Muftadi sebagai ahli waris M. Hutbi.

Ia menuturkan, ada tiga orang warga bernama Taufik, Nurul Hayati dan Wina Santini, yang diduga kuat telah mencatut nama keluarga M. Hutbi sebagai pemilik tanah yang legal secara hukum. Akan tetapi anehnya, Kepala Desa Ciuyah, H. Patoni, diduga ikut bermain lantaran menerima ketiga orang itu yang mengaku keluarga ahli waris M. Hutbi.

Nana minta kepada pihak Kementerian PUPR agar memghentikan penggusuran tanah milik keluarga M. Hutbi untuk proyek Tunner Karian tersebut. “Saya minta pemerintah harus segera menyelesaikan uang ganti rugi tanah terlebih dahulu. Setelah itu, baru proyek Tunner Karian itu dilanjutkan kembali,” tandasnya.

Nana menambahkan, jika pihak Kementerian PUPR tidak segera memberikan ganti rugi tanah tersebut, maka pihaknya mengancam akan menutup tanah miliknya yang telah digusur itu. “Saya juga akan menempuh upaya supremasi hukum demi tegaknya keadilan di negara kita,” bebernya.

Report : Maswi/Tata.

Editor In Chief : Hairuzaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *