Balada Gusti Ramadhan, Tiga Hari Raib Ditelan Sungai Cibanten

Sosok Gusti Ramadhan, semasa masih hidup. (Foto : Istimewa).

Kota Serang, Harianexpose.com

Salah seorang warga Kampung Pasar, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Gusti Aria Ramadhan (18), pada Selasa (1/3/2022), sekira Pukul 11. 00. WIB, tampak tengah  sibuk menyapu sampah yang berserakan  persis di bantaran Sungai Cibanten.

Namun, secara tiba-tiba debit air Sungai Cibanten yang meluap dengan arus yang sangat kuat akibat hujan menyeret tubuh remaja lajang tersebut. Gusti pun sempat tangannya berpegangan di salah satu ranting pohon di tengah Sungai Cibanten. Tapi nahas bagi Gusti, tangannya tak kuat menahan arus air Sungai Cibanten yang begitu deras. Tak pelak lagi, Gusti pun akhirnya raib ditelan Sungai Cibanten.

Tampak tangan Gusti Ramadhan  (kiri), tengah berpegangan ranting pohon sebelum raib ditelan Sungai Cibanten, pada Selasa (1/3/2022).

Menurut tetangga korban, Hj. Sri Sunariah, sejak tubuh Gusti terseret air Sungai Cibanten, jasad korban sudah tiga hari ini belum juga ditemukan. Bahkan, saat ini warga bersama Tim SAR, tengah berjibaku melakukan pencarian terhadap Gusti yang diduga kuat tewas tenggelam. “Gusti itu anak yatim piatu. Dia dikenal sebagai sosok remaja yang baik dan pendiam,” tutur Sri ketika ditemui di tokonya di bilangan Pasar Lama, Kota Serang.

Sementara itu, warga Kp. Pasar, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Hj. Iyen, mengungkapkan, Gusti itu kebetulan bekerja menjadi pelayan di toko saya. Dia itu orangnya sangat pendiam. “Namun, sudah tiga hari belakangan ini Gusti belum juga ditemukan usai terseret arus Sungai Cibanten akibat meluap dan tak mampu menampung debit air hujan yang terus-menerus,” ujarnya.

Sejak banjir melanda 22 titik pemukiman penduduk di Kota Serang, akibat Bendungan Sindangheula yang tak mampu menampung debit air hujan. Akhirnya, air di Bendungan Sindangheula dialirkan ke Sungai Cibanten. Tak ayal lagi, akibatnya air Sungai Cibanten pun menjadi meluap dan merendam pemukiman penduduk di Kota Serang.

Akibat banjir tersebut, tercatat 5 orang warga tewas. Dari 5 warga yang tewas itu, salah satunya adalah Gusti Ramadhan yang hingga kini raib tak tahu dimana rimbanya. Sejauh ini, warga setempat masih melakukan pencarian terhadap jasad Gusti yang terseret arus air Sungai Cibanten.

Banjir besar yang baru kali ini terjadi di Kota Serang juga meluluh-lantakkan harta benda dan beberapa rumah warga yang ambruk lantaran tak mampu menahan banjir. Akan tetapi, ada pula 2 rumah warga yang hanyut terseret air Sungai Cibanten, di Lingkungan Jabang Bayi, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Selain itu, beberapa rumah warga juga mengalami rusak berat.

Pasca bencana banjir yang membuat Kota Serang lumpuh total, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang dan dibantu oleh TNI/Polri, melakukan evakuasi di puluhan titik banjir, saat ini terdapat beberapa Posko Dapur Umum di beberapa lokasi. Menyusul bantuan Sembako dari berbagai kalangan masyarakat maupun pemerintah setempat yang terua mengular.

Baik Hj. Sri maupun Hj. Iyen, berharap agar pihak Pemerintah Kota Serang, maupun Tim SAR, segera dapat menemukan keberadaan jasad Gusti yang raib selama tiga hari akibat ditelan arus air Sungai Cibanten. “Kasihan, sudah tiga hari belum juga ditemukan jasad Gusti,” kata Hj. Iyen, pemilik toko kelontonang di bilangan Pasar Lama Kota Serang. (Tim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *