Tim Kerja MUI Banten Survei Lokasi Lahan MDH di 3 Titik

0

Serang, Harianexpose.com

Tim Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, bekerjasama dengan Perhutani KPH Banten dan DLHK Banten, pada Kamis (9/6/2022), melakukan survei lokasi terkait kerjasama pengelolaan lahan untuk program pemberdayaan, pembinaan dan fasilitasi perhutanan sosial Masyarakat Desa Hutan (MDH) di atas lahan.seluas 10.000 – 15.100 hektare di tiga titik lokasi. Sedangkan tiga titik lokasi areal lahan itu antara lain, di petak 16 Gunung Pinang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, petak 14 dan 8 di Kecamatan Grogol dan Pulo Merak, Kota Cilegon.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Umum MUI Banten, KH. Tb. Hamdi Ma’ani Rusydi, Wakil Ketua Umum, Dr. H. Bazari Syam dan KH. Alwiyan Rosid Syam’un, Ketua GA MUI Banten, H. Mas Muis Muslich SH, Wakil Ketua GA MUI Banten, Dr. H. Rustamunadi, SH, dan jajaran Tim Kerja MUI Banten lainnya. Tampak hadir pula dari DLHK Banten, Iwan Hermawan ST, MM, dan Heri Rahmat Isnaeni S.Hut, MM. Sedangkan dati Perhutani KPH Banten yakni, Drs. Syahjidin Noor, Yudiawan dan Ujang Aminudin.

Sememtara itu, berdasarkan hasil survei lokasi lahan untuk kawasan MDH, pada Kamis (9/6/2022), menyebutkan, untuk lokasi lahan di petak 16 dan 14, lebih cocok dikembangkan untuk budi daya tanaman melinjo, durian, rambutan, pisang, kopi robusta dan jenis tanaman yang lainnya.

Sedangkan untuk di lahan petak 8 di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, bisa dikembangkan untuk budi daya tanaman cabai, pisang, lada dan dapat pula dijadikan sebagai destinasi wisata. “Hanya saja, kondisi jalan untuk menuju ke lokasi harus diperlebar,” kata Ketua Umum MUI Banten, KH. Tb. Hamdi Rusydi Ma’ani.

Menurut KH. Hamdi, sebenarnya sekarang ini MUI Banten sudah mempunyai program kerja untuk fasilitasi hutan sosial MDH tersebut. “Saat ini MUI Banten tinggal bekerjasama dengan para investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di bidang ini,” katanya.

Wakil Ketua GA MUI Banten, Dr. H. Rustamunadi, menambahkan, fokus Tim Kerja tidak hanya di tiga titik lokosi tersebut saja. Namun, untuk minggu berikutnya, Tim Kerja juga akan melanjutkan survei ke Kabupaten Pandeglamg dan Lebak. Pasalnya, areal lahan yang bakal digarap oleh MUI Banten berada di hampir seluruh wilayah Provinsi Banten. (Hrz/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *