Al Muktabar : “Qurban Dasar Tingkakan Iman dan Taqwa”

0

eportase : Ahmadin – Editor In Chief : Hairuzaman.

SERANG, Harianexpose.com –

Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar memotong satu hewan kurban sapi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, pada Senin (11/7/2022). Sebelum memotong, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, secara simbolik menyerahkan hewan qurban kepada masyarakat yang diwakili oleh Al Muktabar. Idul Adha tahun ini Kejati Banten menyembelih hewan qurban 16 ekor sapi dan 4 ekor kambing.

Al Muktabar berharap pemotongan hewan qurban itu dapat dimaknai sebagai bagian untuk mengingat dan menjunjung apa yang telah dianjurkan. Sehingga dapat menjadi dasar dalam meningkatkan iman dan takwa dalam kehidupan.

“Itu menjadi dasar kita untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Al Muktabar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kebersamaan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten.

Pada kesempatan itu, Al Muktabar menyampaikan sebelumnya pihaknya telah memotong 15 hewan qurban yang dilakukan di Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) Dinas Pertanian Provinsi Banten. Daging hewan qurban tersebut disalurkan dalam rangka penanganan stunting dan gizi buruk.

“Kita serahkan kepada saudara kita yang mengalami stunting dan gizi buruk, Karena itu ada relevansinya lantaran ini (daging kurban-_red) memiliki protein dan gizi yang baik. Itu kita lakukan sebagai bentuk ikhtiar kita, sekecil apapun kita berbuat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menuturkan, pada Idul Adha tahun ini, Kejati Banten menyiapkan 16 ekor sapi dan 4 ekor kambing/domba. Di mana sebagian hewan kurban tersebut telah disalurkan ke beberapa Pondok Pesantren.

“Dari 16 ini kita bagi-bagi, dan kita potong di sini. Karena ada beberapa RT di lingkungan kita untuk kita sampaikan kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam penyaluran daging kurban, pihaknya akan langsung memberikan ke lokasi-lokasi yang menjadi titik penyaluran. Hal itu dilakukan untuk dapat menghindari kerumunan.

“Supaya tidak menyebabkan kerumunan, kita akan kirim langsung ke lokasi tempat RT yang kita sasar,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *