PAD Meroket, Wabup Serang Sampaikan Raperda APBD Perubahan 2022

0

Reportase : Suprani – Editor In Chief : Hairuzaman.

SERANG, Harianexpise.com

Wakil Bupati (Wabup) Serang, Pandji Tirtayasa, menyatakan, jika pendapatan Tahun 2022 mengalami peningkatan baik Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun pendapatan transfer.

Adamya peningkatan angka itu disampaikan Pandji pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang, saat penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahuan Anggaran Perubahan 2022 pada Kamis (1/9).

“Pendapatan daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp.3,11 triliun direncanakan menjadi Rp.3,31 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp.195,99 miliar atau naik sebesar 6,29 persen,” ujar Pandji dalam sambutannya.

Usai paripurna lebih lanjut Pandji menjelaskan, peningkatan lebih kepada pendapatan asli daerah. Pendapatan asli daerah direncanakan akan meningkat sampai Rp.155 miliiar.

“(Pendapatan meningkat) kita berangkat dari potensial ada, baik dari sektor yang menjadi primadona yaitu BPAHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), PJU (Penerangan Jalan umum), dan PP (Pajak Perhotelan),” terang Pandji.

Secara rinci Pandji memaparkan, untuk PAD semula sebesar Rp.873,53 miliar menjadi sebesar Rp1,03 triliun meningkat sebesar Rp.159,95 miliar atau naik sebesar 18,31 persen. Kemudian pendapatan transfer semula sebesar Rp.2,20 triliun menjadi Rp.2,24 triliun meningkat sebesar Rp38,30 miliar atau naik sebesar 1,74 persen.

“Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah semula sebesar Rp.36,19 miliar menjadi Rp.33,91 miliar mengalami penurunan sebesar Rp.2,27 miliar atau berkurang sebesar 6,67 persen,” jelasnya.

Sedangkan terkait adanya arahan Pemerintah Pusat agar menyisihkan APBD sebesar 2 persen, Pandji menegaskan, tanpa arahan dari pusat pun otomatis Pemkab Serang akan menyisihkan untuk bantalan pengamanan apabila terjadi gejolak inflasi.

“Mengingat akan adanya rencana kenaikan harga BBM otomatis berimbas terhadap inflasi daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Pandji, Pemkab Serang harus mengambil jaring-jaring pengaman untuk biaya transportasi dan juga bantuan-bantuan sosial bagi masyarakat yang paling terkena dampak atas kenaikan BBM.

“Kita sekarang sedang mengadakan validasi yang lebih akurat lagi. Berapa orang kelompok masyarakat yang terkena dampak akibat inflasi,” bebernya.

Masih menurur Wabup, karena dengan adanya rencana kenaikan harga BBM itu akan terjadi efek multi player terhadap biaya transportasi. Kepada mereka yang terdampak kita akan memberikan bantuan sosial. Sekarang kita sedang melakukan pendataan. Jangan sampai seperti dulu zaman BLT, orang yang semestinya tidak dapat malah dapat dan orang yang dapat malah tidak dapat,” tukas Pandji.

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang penyampaian Raperda tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran Perubahan 2022 dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, turut hadir para Wakil Ketua dan puluhan anggota DPRD serta Pejabat di lingkungan Pemkab Serang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *