Oleh : Annisa Mukarromah.
(Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten)
Kita tidak bisa mencegah masuknya imbas dari era globalisasi ke dalam negara Indonesia. Globalisasi
merupakan suatu proses yang saling bergantungan antara negara yang berkaitan dengan ekonomi dan teknologi. Bukan hanya yang berkaitan dengan ekonomi dan teknologinya saja, melainkan globalisasi juga dapat mempengaruhi sebuah negara. Salah satunya adalah dengan masuknya budaya Korea Selatan akibat pengaruh globalisasi.
Media sosial menjadi sarana efektif yang dapat mempengaruhi globalisasi masuk ke Indonesia yang begitu akseleratif. Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan canggih membuat informasi dapat tersebar secara luas. Tak ayal lagi, sehingga budaya Korea yang masuk ke Indonesia bisa mempengaruhi masyarakat dengan begitu mudah dan cepat.
Masuknya budaya Korea ke Indonesia sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia. Sementara itu, berbagai budaya Korea yang sudah masuk ke Indonesia saat ini seperti, K-pop, K-drama, makanan, bahkan sampai dengan gaya cara berpakaiannya. Bukan hanya itu saja, penggunaan bahasa Korea juga sudah masuk ke Indonesia. Budaya Korean atau bisa disebut juga Korean Wave, ternyata ini sangat berkaitan erat dengan permasalahan kehidupan sehari-hari.
Dimana budaya Korean ini lebih mengandalkan unsur hiburan dan kesenangan. Korean Wave merupakan sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan budaya Korea Selatan diluar negeri. Dimana istilah Korean Wave ini digunakan untuk melihat penyebaran budaya Korea Selatan secara global atau dunia.
Fenomena ini ternyata dapat mempengaruhi kultur masyarakat di Indonesia, Korean Wave di Indonesia dikenal dengan melalui musiknya yaitu, boy band dan gril band seperti, SNSD, BTS, BIGBANG, TWICE, BLACKPINK, EXO NCT, SEVENTEEN dan lain-lainnya. Hal ini sangat digemari oleh anak-anak khususnya kaum milenial. Penggemar yang menyukai boy band atau gril band Korea sangat antusias. Pasalnya, menurut mereka menyukai idolanya itu membuat mereka senang.
Bukan hanya boy band dan gril bandnya, di K-drama banyak juga aktor yang tak kalah berbakat dari boy band dan gril bandnya. Aktor K-drama juga menarik perhatian para penontonnya yang mengagumi cara beraktingnya, pengambilan flimya, ceritanya yang seru dan paras wajah aktor yang
memerankan tokoh membuat menjadi enak untuk dilihat. Bukan hanya itu saja, sekarang makanan dari Korea Selatan ini dicari oleh banyak orang yang merasa penasaran dengan rasanya. Banyak makanan Korea yang cukup terkenal di Indonesia seperti, kimbab, odeng, topoki dan kimchi. Bahkan sudah ada mini market yang menjual makanan khusus Korea yaitu, Korean Mart yang berlokasi di Jakarta.
Sekarang ini banyak sekali rumah makan atau restoran yang memiliki menu makanan Korea. Pasalnya,
minat pembeli yang cukup tertarik terhadap makanan Korea. Bukan hanya musik dan drama yang mempengaruhi masuknya budaya Korea ke Indonesia. Namun, dari segi cara berpakaian juga dinilai sangat mempengaruhi masuknya budaya Korea ke Indonesia. Artinya, masyarakat menerima baik datangnya dampak globalisasi ini. Pasalnya, karena dinilai lebih sesuai dengan karakteristik budaya yang ketimuran dibandingkan dengan westernisasi.
Budaya Korean wave banyak sekali diperbincangkan oleh banyak orang. Salah satunya di dunia fashion style atau Korean style. Dimana ini menjadi pemicu cara berpakaian di Korea. Biasanya artis Korea yang akan manggung atau perform memakai pakaian yang sangat stylis. Sehingga hal ini menjadi daya tarik tersendiri untuk penggemarnya. Mereka mencoba mengikuti gaya
berpakaian yang digunakan idolanya. Fashion menjadi salah satu kebutuahan untuk setiap orang dan fashion bisa menjadi alat komunikasi yang begitu efektif. Artinya, pakaian yang digunakan merupakan cerminan dari sebuah proses asimilasi yang mempengaruhi kultur masyarakat.
Dengan cara berpakaian yang dipakai itu bisa mendeskripsikan dirinya sendiri kepada orang lain. Dalam berpakaian kita juga bisa menggungkapkan diri kita dengan cara berpakaian yang membuat kita nyaman ketika digunakan dan dari cara berpakaian juga orang lain
bisa melihat kita memiliki keperibadian seperti apa. Fashion merupakan perilaku (Attirude) yang dilakukan oleh seseorang atau pihak yang menggunakan pakaian.
Gaya berpakaian anak milenal merupakan suatu cara berpakaian anak pada tahun kelahiran tahun 1995 sampai dengan tahun 2022. Dimana cara berpakaiannya mengikuti perkembangan zaman yang
sedang trend belakangan ini. Hampir semua anak milenial cara berpakaiannya sama. Biasanya mereka mengikuti apa yang sedang trend dan mereka mengimplementasikan cara berpakaian mereka seperti pada
saat ini cenderung cara berpakaiannya untuk kaum perempuan menggunakan celana kulot dan baju blouse atau kemeja. Dimana warnanya cenderung lebih ke warna pastel, maka ada stigma mengenai cara berpakaian kaum wanita yang sedang trend pada tahun 2022 ini seperti cewe bumi. Dimana cara berpakian kaum perempuan yang fashionnya berwarna pastel seperti warna coklat muda, cream, beige, biru muda dimana cara pemilihan warnanya dibilang cukup aman untuk digunakan,
Sedangkan cewe mamba dimana cara berpakaian perempuan lebih cenderung kepada warna hitam dan putih. Sedangkan untuk cewe kue cara berpakaian dalam pemilihan warnanya cenderung ke warna yang lebih terang seperti, warna biru, hijau dan kuning. Sebab, cewe kue dinilai lebih berani untuk menggunakan warna yang lebih terang. Mereka menyesuaikan warna yang mereka pakai agar lebih enak dan nyaman untuk dipandang mata.
Pakaian adat Korea adalah hanbok yang merupakan pakaian tradisional yang menjadi pakaian pada masa kerajaan. Dimana pada masa kerajaan semua rakyat Jorea menggunakan hanbok. Pada saat ini hanbok digunakan untuk acara tertentu. Pakaian hanbok sudah dipertahankan sejak zaman kerajaan. Akan tetapi seiring dengan perkembangan fashion yang terjadi di Korea menjadikan hanbok pakaian yang digunakan pada saat acara tertentu saja. Hanbok menjadi salah satu gaya
fashion di Korea dimana pada music video (MV) BLACKPINK “How You Like That” yang menggunakan hanbok dengan cara dimodifikasi kembali dengan versi fashion saat ini yang
menjadi inovasi baru.
Riset fashion Korea Selatan menunjukkan bahwa fashion di Korea Selatan menjadi inspirasi yang banyak digunakan. Hal ini karena faktor populitas media sosial dan selebriti lokal
yang mengarah untuk di gunakan oleh konsumen. Pasar modal Korea diperkirakan mencapai 44,32 miliar won pada tahun 2018. Mata uang Korea Selatan yaitu won diperkirakan 1000 won sama dengan Rp.11.000. Dengan jumlah yang sangat besar. Hal ini bisa memberikan peluang menjadi merk internasiona. Bahkan, artis Korea Selatan sering kali dijadikan brand ambassador dalam merk terkenal di dunia fashion seperti, Kai EXO yang menjadi brand ambassador GUCCI, Jennie BLACKPINK yang menjadi brand ambassador Channel dan masih banyak lagi artis Korea Selatan yang menjadi brand ambassador merk fashion ternama. Tentu saja hal ini menjadi peluang untuk para perusahaan dibidang fashion untuk menjadikan artis Korea Selatan sebagai brand ambassador mereka. Faktor yang menyebabkan berbagai perusahaan fashion tertarik, mencari dan mengkontrak artis Korea Selatan sebagai BA. Karena melihat peluang daya tarik global mengenai Korea Selatan yang memiliki daya peminat yang tinggi. Indonesia termasuk merupakan peminat menyukai nomor satu terbanyak secara global. Remaja-remaja negeri Ginseng ini biasanya berpakaian dengan menggunakan warna-warna pastel seperti, pink muda, coklat susu, putih, ungu muda dan warna lainnya. Adapun yang warna pastel mereka mengkombinasikan dengan warna yang senada. Biasanya mereka lebih menyukai gaya berbakaian yang terlihat seperti, anggun, imut dan terlihat dewasa.
Apabila fenomena gaya berpakaian anak Milenial yang dipengaruhi oleh cara berpakaian Artis Korea Selatan dikaitkan oleh Teori Modern Klasik. Dimana Amerika Serikat menjadi pemimpin dunia. Atinya, sebelum masuknya Korean Wave di Indonesia, budaya Amerika Serikat terlebih dahulu yang masuk ke Indonesa. Pada saat itu musik rock masuk ke Indonesia dan didengarkan oleh masyarakat. Moderasi merupakan proses yang tidak bergerak mundur karena sudah dimula. Dimana pada saat Korean Wave masuk ke Indonesia dan diterima baik oleh masyarakat ini menandakan moderasi sudah dimulai.
Perubahan cara perbakaian mempengaruhi masyarakat menuju masyarakat yang lebih maju. Karena pakaian mencerminkan diri sendiri. Cara berpakaian anak milenial prosesnya secara bertahap mereka mencerna dan memilih trend yang mana yang membuat nyaman dalam berpakaian. Sehingga merubah pola berpikir masyarakat mengenai cara berpakaian. Masuknya budaya Korea ke Indonesia yang modern tidak bisa dihindari oleh masyarakat. Sebab hal ini merupakan salah satu efek dari globalisasi.
Moderasi memerlukan rentang waktu yang panjang. Fashion Korea masuk ke Indonesia memerlukan waktu dan proses yang lama untuk beradaptasi agar diterima oleh masyarakatnya. Dengan mengikuti cara berpakaian artis Korea yang dibilang cukup simple. Namun, elegan pada saat dilihat. Tak pelak lagi, sehingga hal ini menjadi magnet dalam berpakaian.
Gaya berpakaian anak milenial yang dipengaruhi oleh cara berpakaian artis Korea Selatan ini masuk ke Indonesia melalui dari generasi yang sebelumnya. Diprediksi pada tahun 2000, cara
berpakain seperti artis Korea Selatan ini berkembang. Akan tetapi, puncaknya dimulai pada tahun 2017. Dimana budaya Korea semakin berkembang di Indonesia. Artis Korea semakin sering datang ke Indonesia untuk mengadakan konser di Indonesia. Pada saat mereka berafa di bandara, banyak fans yang berdatangan ke bandara untuk menyambut para idola mereka. Mereka juga ternyata mengamati cara berpakaian artis mereka ketika berada di bandara itu seperti apa biasanya pada saat di bandara. Artis Korea Selatan cenderung menggunakan pakaian yang simple seperti sweeter, topi, celana jogging dan sepatu putih. Tak ayal, sehingga mereka para fans mengikuti gaya berpakaian seperti ini. *