Masjid Bir Ali, Tempat Miqat Jema’ah Umrah dan Haji

0
Oleh : Hairuzaman.
(Komisi Infokom MUI Provinsi Banten)
Belasan ribu jema’ah haji Indonesia telah bertolak ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Khusus jema’ah yang datang dari Madinah, mereks akan singgah terlebih dahulu di Masjid Bir Ali untuk mengambil Miqat.
 
Miqat merupakan batas atau tempat dimulainya para jema’ah umrah atau haji untuk berihram sekaligus memulai niat sebelum berangkat ke Mekah.
Jarak antara Kota Madinah dengan Masjid Bir Ali sekitar 11 Km. Atau kurang lebih 15 menit waktu tempuh berkendaraan.
Masjid Bir Ali dulunya bernama Dzulhulaifa.Ketika berada di Masjid Bir Ali, jema’ah haji akan diarahkan ke pintu-pintu khusus bagi jema’ah perempuan dan laki-laki untuk berwudhu.
     
Dikutip dari timesindonesia.co.id—jejaring Suara.com—para Jema’ah Calon Haji (JCH) Indonesia dihimbau melaksanakan shalat sunah dua raka’at. Baik shalat tahyatul masjid maupun shalat sunah umrah.   
     
Para jema’ah haji yang telah berniat ihram diingatkan agar mereka tidak melanggar larangan ihram. Misalnya saja memakai pakaian berjahit dan lainnya.   
     
Di Masjid Bir Ali, terdapat 15 personel yang bertugas, tiga di antaranya adalah perempuan. Mereka akan bekerja untuk melayani jema’ah haji dari pukul 07.00 pagi sampai 16.00 waktu Arab Saudi.
       
Sejarah nama Masjid Bir Ali diberikan saat Khalifah Ali bin Abi Thalib menggali sumur dengan jumlah yang sangat banyak di masjid ini. Karena itu tempat ini diberi nama Bir Ali.
   
Bir artinya adalah sumur dengan bentuk jamak. Sedangkan Ali adalah tokoh yang telah menggali sumur tersebut paling banyak.Kendati demikian, untuk saat ini, sumur-sumur itu telah tertutup oleh bangunan-bangunan di sekitar masjid dan bangunan Masjid Bir Ali.Di dalam Masjid Bir Ali inilah para jema’ah haji melakukan shalat sunah dua raka’at untuk selanjutnya memulai ihram haji atau ihram umrah.Niat dalam hati dan melafalkan dengan lisan saat akan berangkat menuju Mekkah Al-Mukaromah.Niat ini boleh diucapkan sendiri-sendiri setelah shalat sunnah Ihram dan bisa juga bersama-sama jema’ah yang lain di bawah bimbingan Muzawwir (guide) saat bus bergerak menuju Mekkah.

Muzawir juga akan mengingatkan JCH Indonesia agar jangan sampai melewati miqat sebelum berniat ihram. Sebab, konsekuensinya harus kembali  mengikat atau membayar Dam (denda).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *