Umar Barmawi : “Media Sosial Bisa Menjadi Potensi Ancaman Perpecahan Bangsa”

Cilegon, Harianexpose.com –

Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi Partai Kebangkitan Bamgsa (PKB), H. Umar Bin Barmawi, mengatakan, pemahaman wawasan kebangsaan saat ini perlu disosialisasikan kembali di tengah masyarakat. Hal itu mengingat perkembangan zaman dan media sosial saat ini bisa menjadi ancaman perpecahan.

“Pemahaman wawasan kebangsaan sangat penting dikuasai mengingat besarnya wilayah Indonesia, banyaknya jumlah penduduk, dan terdapat aneka ragam kultur di dalamnya,” kata Umar, dalam acara diskusi Penguatan Wawasan Kebangsaan bersama DPD Al-khairiyah Kota Cilegon dan Kabupaten Serang di Kampus Al-Khairiyah Citangkil, Kota Cikegon, Selasa (4/5).

Disebutkan Umar, potensi ancaman itu bisa muncul melalui kebebasan informasi di media sosial yang diserbu dengan berita-berita hoax (bohong). Informasi yang salah bisa menimbulkan persepsi yang juga salah dan berdampak buruk pada timbulnya konflik perpecahan.

“Dulu, para ulama dan santri berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Salah satu pejuang kita adalah Brigjen KH. Syam’un, yang tidak hanya berjuang langsung menghadapi kaum penjajah, akan tetapi juga membangun manusia melalui pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khairiyah yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia,” kata Umar, yang juga menjabat Wakil Ketua PB Al-Khairiyah.

Ia mengungkapkan, maka dinilai sangat penting adanya konsep pemahaman wawasan kebangsaan yang disampaikan kepada masyarakat. Al-Khairiyah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran yang cukup strategis untuk bisa memberikan pendidikan wawasan kebangsaan. Selain itu, mampu menjaga keutuhan bangsa agar tidak terjadi degradasi moral anak bangsa.

Ketua Lembaga Hukum dan HAM DPP PKB, Erry Ayudhianysah, menambahkan, wawasan kebangsaan menjadi upaya menangkal terjadinya degradasi moral anak bangsa. Karena itu diperlukan adanya pemahaman dari generasi muda tentang wawasan kebangsaan.

“Setiap generasi harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian dan mengembangkan karakter sejalan dengan demokrasi. Dengan semakin kuat dan kokohnya pemahaman tentang wawasan kebangsaan, maka diharapkan dapat menjadi benteng kokoh dari pengaruh negatif akibat dampak perkembangan teknologi dan informasi,” beber Erry.

Ketua DPD Al-Khairiyah Kota Cilegon, Sayuti, menjelaskan, kegiatan penguatan wawasan kebangsaan ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan dan ketentraman terhadap NKRI. Dengan pemahaman dan pelaksanaan nilai-nilai ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

“Alhamdulillah, dengan adanya penguatan wawasan kebangsaan yang disampaikan kami menyadari akan pentingnya wawasan kebangsaan. Sehingga mampu berperan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia,” ucap Sayuti.

Journalists : Babay Suiah.

Editor In Chief : Hairuzaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *